Minggu, 08 September 2013
A New Life
masing-masing udah punya kehidupan baru.
kenapa pilih tinggal di masa lalu,
dan masih terus ganggu-ganggu.
padahal dengan jalan yang beda,
kita punya kesempatan bahagia yang sama.
*buat mbak-mbak yang masih ganggu. masih maksa tinggal di masa lalu. karena waktu bergerak tidak mundur, tapi terus maju.
Minggu, 09 Juni 2013
Dua Sisi
Sabtu, 16 Maret 2013
Bumi, katanya.
Pada suatu masa,
Debu bersarang seperti menyerang.
Tikus-tikus berdomisili di selokan berwujud nyata di tanah manusia.
Kongsi jahat menjamur.
Manusia dengan muka lebih dari satu menduplikat.
Musang dengan bulu kelinci membiak.
Segala manis kebaikan hanya berupa pahit yang menyamar.
Lalu kata lebih senang bermukim di penjara.
Diam menjadi solusi tanpa kritik yang ada.
Ini kehidupan rupanya.
Bumi katanya.
Sabtu, 02 Februari 2013
Aku bahagia pernah kecil
aApakah kamu mengingat ketika gemar merengek hanya ingin meminta susu dan orang tua mu lekas memberikannya?
Apakah kamu ingat ketika kamu terjatuh, lalu seringkali orangtuamu membantu membangunkanmu?
Apakah kamu masih mengingat saat idul fitri selalu berbelanja baru sebagai hadiah kamu telah berpuasa sebulan penuh?
Apakah kamu masih mengingat saat ayahmu menabung demi membelikan mainan-mainanmu?
Apakah kamu ingat saat ayahmu mengajarkanmu naik sepeda, atau bermain layangan di pekarangan rumah?
Apakah kamu masih ingat setiap minggu pagi selalu di depan televisi menonton kartun pagi?
Apakah kamu ingat ketika pertama kali kamu sekolah dan memiliki seragam?
Apakah kamu masih ingat ketika kamu belajar membaca dan menulis lalu orangtuamu selalu bangga?
Apakah kamu masih ingat semua tentang apa yang telah dialami sewaktu kecil itu?
Betapa bahagianya aku pernah kecil.
Selasa, 15 Januari 2013
Kepada Bulir Hujan
Kepada bulir-bulir hujan,
Entah kenapa kamu senang sekali berkunjung ke bumi akhir-akhir ini?
Sering menjatuhkan bulir-bulirmu ke tanah ini?
Apa rencanamu sampai selalu datang setiap hari?
Hujan,
Bulirmu serupa berkah ketika hadir di bumi
Entah pagi siang atau malam hari
Kadang berupa doa bulirmu diharapkan untuk melepas kering.
Tapi jika bulirmu seperti ini banyak yang meminta tolong.
Hujan,
Betapa aku mencintai kehadiranmu.
Aroma datangmu ketika bersentuh dengan tanah saja membuatku jatuh hati selalu.
Wangi yang selalu aku tunggu ketika musim kering menamu..
Hujan,
Minimalisir bulirmu ya..
Aku hanya tak tega ketika harus melihat banyak tangisan meronta..
Hujan, datanglah seperlunya..
Berikan hukuman seadanya..
Kutitipkan doa-doa pada setiap tetes bulirnya..
#30harimenulissuratcinta hari ke-3
Lagi-lagi untuk hurufkecil
Tahun lalu ku kirimkan surat ini kepada si tomat.
Dan tahun ini masih untuk tomat.
Setelah setahun-dua tahun kicauannya berkicau di linimasaku.
Aku masih berbinar setiap dia berkicau.
Entah kenapa kicauan wara-wirinya pas selalu.
Aku rasa tomat bisa jadi orang yabg berubah-ubah.
Bukan hanya kicauan jatuh kepada cinta.
Bahkan kicauan patah hati sampai pernah jadi korban didua.
Kicauan yang memiliki kemasan rapih menjadi hal yang wajar jika si tomat punya banyak karya.
Semoga karya tomat selalu bisa menginspirasi..
Minggu, 18 November 2012
destinasi terakhir
jelas sudah aku jatuh terlalu, bukan tersandung
aku larut ke dalam lorong matamu yang tenang
harusnya kamu mengerti sayang,
ini alasan kenapa aku seringkali memalingkan mataku darimu
matamu terlalu candu untuk aku nikmati
aku tak cukup sekali, aku butuh jutaan kali
sayang, sebenarnya jelas sudah kamu adalah alasan aku tersenyum
lihat saja tiap kali bertemu, jujur aku selalu ingin mengulum
mengulum rindumu yang berujung peluk maut.
aku ini seperti gersang, palung hatiku keronta sebelum bertemu kamu.
aliran sayangmu ini sejuk yang aku tunggu..
aku manusia yang pernah punya luka. kamu juga tentunya.
tapi apa kamu tau yang terindah dari sisa luka?
memiliki kamu obat penawarnya.
dengan kamu aku hanya mengenal tawa.
sayang, kamu seperti jawaban atas pertanyaan-pertanyaanku.
pantas jika kamulah yang ada dalam setiap doa-doaku.
karena kamu yang menjadi destinasi terakhirku.