Rabu, 15 Februari 2012

apakah kalian telah berhenti mengeluh kepada Tuhan ?

Kadang aku memikirkan mereka. mereka berjalan di terik semacam ini tetapi masih sempat tersenyum. Mereka menjajakan barang sesekali menyeka keringat. peluh yang mereka sisakan untuk dikejar uang. berlari dari satu tempat ke tempat lain. kemudian bersahabat akrab dengan debu dan tolakan halus dari orang-orang. dan mereka masih bisa tersenyum sambil kembali berjalan kaki entah berapa kilometer. Aku memikirkan berapa uang yang mereka dapatkan setelah kaki yang dirasa jalan telah jauh, apakah yang mereka dapatkan cukup untuk makan sehari? Lalu aku diajak menyelami pikiran sendiri, aku bertanya2 tentang bagaimana keluarga mereka? Anak mereka? Istri mereka? Apa mereka masih bisa makan? Apa anak mereka bisa bersekolah? Dan apa mereka masih bisa tertawa? Apa mereka menikmati peluh2 hari dengan bersyukur? mereka dengan tertawa dan menikmati apa yang telah didapatkan menjadi hal yang cukup untuk mengucap syukur.. mungkin nasi dan tahu tempe menjadi panganan istimewa selagi semuanya halal. mungkin atap beralaskan tikar itu adalah cukup bagi mereka untuk menyamankan diri dari letihnya berjalan. dan mungkin kemeja lusuh putra-putri mereka dirasakan sempurna untuk menggantungkan cita-cita dan harapan mereka kepada keturunannya. ketika semua telah dirasa cukup, apalagi yang mereka ingat? tentu saja bersyukur..


Lalu, bagaimana dengan kita? Sudahkah kalian bersyukur pada apa yang kalian dapat? Apakah kalian telah berhenti mengeluh kepada Tuhan? 





perjalanan ke kulon,
ketika pedagang asongan masih setia tersenyum ditemani keringat..

Selasa, 17 Januari 2012

halo tomat si pemintal kata :)

halo tomat..

aku dan kamu tidak pernah saling mengenal sebelumnya. aku tahu kamu tapi tidak mengenal kamu. sedangkan kamu tidak tahu aku apalagi mengenal aku. yang aku tahu kamu seorang penulis hebat. pemintal kata yang baik dan indah. bagaimana tidak dari ribuan atau bahkan jutaan kata kamu bisa mengolahnya dalam twitter yang hanya 140 karakter. aku selalu suka, ketika setiap huruf kamu cari dan dirangkai lalu menjadi kesatuan yang membuat setiap orang berfikir. aku kira kamu memang cerdas, tomat.

tomat sejak kapan kamu rajin menulis? membuat setiap kata menjadi menarik dan kamu kemas sedemikian cantik hingga aku tidak pernah berhenti untuk menyukainya. bagaimana tomat soal inspirasi yang kamu tuliskan? apakah soal mantan? apa bagaimana? ah bagaimana ya tomat.. aku pikir biarkan saja mantan-mantanmu itu.. karena masa lalu hanya tempat yang baik untuk kamu singgahi kepada masa depan adalah tempat yang tepat untuk kamu diami. biarkan mantanmu menyesali telah meninggalkan kamu yang hebat dalam menyusun kata.

tomat, aku sampaikan surat ini sebagai perkenalan kita saka. maaf jika aku sedikit membicarakan tentang masa lalu atau mantanmu. aku hanya berfikir kamu terlalu berharga untuk ditinggalkan mantan-mantanmu. dan aku rasa mencari yang baru adalah pilihan sempurna untuk melengkapi hidupmu kini.


salam kenal tomat :)

Minggu, 15 Januari 2012

kepada kamu..

kepada kamu

sekarang larut menuju pagi ketika aku memijit-mijit tombol keyboard ini. seperti biasa aku belakangan memang susah sekali tertidur. sudah berapa puluh atau ratusan malam aku masih terjaga semacam ini dengan pikiran mengawang..

kepada kamu,
dinamis, bergerak tidak statis begitu aku mengenal kamu. bukan lagi tentang garis datar yang terlalu rapih alurnya. ah seringkali aku mengingat bagaimana cara kamu membuatku tertawa. apa kamu mengingatnya juga? kadang aku tidak pernah bisa untuk berhenti mengingat bagaimana cara kamu menggantikan luka itu dengan senyuman baru?

kepada kamu,
aku selalu bersyukur kepada Tuhan yang Maha Luar Biasa yang telah memberikan sepasang mata yang sehat. karena darisana aku bisa melihat kamu. bagian otakku adalah organ yang menyimpan rapih cerita tentang kamu dan segala rupa tentang kita. makanya jika aku gegar otak tentu saja aku tidak mau membiarkan cerita itu terpotong. karena yang aku tau senyum dan mata mu adalah organ terbaik di tubuhmu yang pernah aku rekam.

kepada kamu, kutuliskan sengaja hanya beberapa kata. banyak kata akan membuat pening kepalamu tentunya.

kepada pasukan bintang

Kepada pasukan bntang,

halo pasukan bintang.
masih betah mengontrak disana?
bukannya harga sewa sudah buat kantong kering?

padahal untung menjual cahaya tidak pernah ada.
lalu kalian bayar sewa darimana?

apa pinjam dari bulan?
atau sedikit tawar menawar dengan beranda matahari pagi?

pasukan bintang coba belajar sedikit usil.
biar saja menjadi komersil.

pasukan bintang mulai pasang tarif.
biar cahaya cantik tidak bisa dinikmati gratis.
bisa apa penikmat yang hanya duduk statis?
paling -paling hanya berfikir untuk bisnis.

jika cahaya cantik telah terjual habis,
kalian bisa tenang tak berhutang lagi.
tapi bagaimana dengan penikmat sejati?
apa mereka harus kehilangan rasi?




untung saja di dunia ini aku bisa menikmati pasukan bintang gratis.
karena jika terjual habis, aku pasti kehilangan rasi sendiri.

Jumat, 13 Januari 2012

Pemimpi

Kepada pemimpi,

Sebenarnya aku tidak tau harus bagaimana dan dimulai darimana untuk menulis surat semacam ini. aku juga bukan pemintal huruf yang baik. sejujurnya aku kurang bisa mengaitkan huruf yang bisa menjadi barisan kata ajaib.

pemimpi, sabtu pagi ini hujan. kamu tau kan kalau aku suka hujan, kamu juga pasti suka hujan. hujan kan bawa pikiran kita terbang kemana-mana. tiap kali liat hujan aku selalu aja mau mengajakmu hujan-hujanan, menari di genangan macam anak sd berlarian sambil tertawa. 
pemimpi, kamu tau ga sejak pertama kita bicara tentang motivasi atau inspirasi aku tidak pernah bisa melupakannya. selain kata, aku tidak bisa berhenti mengingat mata yang luar biasa bersemangat itu. kadang aku terkagum-kagum saja. sesekali aku pernah redup, kamu juga tau itu tapi bisa saja kamu yang menyalakannya dan membuka jalan bahwa jalan untuk ke area mimpi hanya tertutup pasir dan jika dibersihkan masih ada jalan menuju kesana. 
pemimpi, tentu ada masa dimana seperti yang kau bilang. ada masa dimana kita melupakan satu sama lain. aku mengejar mimpiku, kamu mengejar mimpimu. aku pergi ke utara dan kamu pergi ke selatan atau aku ke timur dan kamu ke barat atau aku ke kanan dan kamu ke kiri. tapi sebenarnya hanya jalan kita yang berbeda tapi langkah kita beriringan sama. aku ke tujuanku dan kamu ke tujuanmu. barangkali Tuhan menciptakan kita bertemu di satu titik dan membiarkan kita menceritakan perjalanan dan pengalaman kita satu sama lain. dan bisa saja semua cerita aku dan kamu itu menjadi cerita kita yang akan membuat kita tertawa atau bahkan menangis bersama.
pemimpi, jangan takut untuk terus bermimpi. aku yakin ketika kita mimpi kita juga berfikir bagaimana cara realisasikannya.

selamat bermimpi sambil pandangi hujan :D

Minggu, 08 Januari 2012

kita (manusia) dan waktu

pernah ga berpikir tentang waktu? berputar, terus berputar ga pernah istirahat..
pernah ga ada di ruang waktu yang bawa kita ke tempat dimana senang sama sedih beriringan?
atau sempat ga kepikiran kalo waktu itu terlalu ajaib?
sampai bisa merekam rapih semua jejak tentang kita.
sempat ga kepikiran di waktu yang sama setiap orang melakukan hal yang berbeda?

bisa ga ya ada di suatu waktu dimana bisa liat abad yang baru?
bisa ga waktu berjalan sesuai yang di mau?
ada ga ya alat kontrol waktu supaya bisa simpen apa aja yang pernah terjadi.
ada ga ya suatu waktu dimana bisa berada di satu masa saat bisa kembali

kadang waktu itu lucu 
membawaku bermimpi, berhadiah senyum dan tawa
namun dia berputar 
membawaku jatuh dalam tangis dan kecewa.

benar kan, waktu itu ga nentu
kadang terlalu terburu-buru
dan suka juga menunggu-nunggu

Sabtu, 07 Januari 2012

seratuslimapuluhtujuh

seratuslimapuluhtujuh
sempatkah aku ada disitu?
bukan untuk kumasuki dulu
aku hanya ingin ketuk dan tahu

seratuslimapuluhtujuh
sejak itu aku pusing dan mengaduh
ternyata aku suka bertemu keluh
lalu aku harus menyandu?

seratuslimapuluhtujuh
putaran waktu terus memacu
aku belum bertemu jalan baru
dan aku hanya dengar lagu

seratuslimapuluhtujuh
ketikan ke satu hingga ke berapa puluh
kamu tak tahu semua terangkum
sampai kau tahu aku sudah berburu